Kepada Valerie Yuranika Loisoklay

Narasi ini ditulis pukul 11.50an WIB menggunakan aplikasi Microsoft Word dengan pilihan huruf Book Antiqua berukuran 12, diterangi cahaya lampu tidur USB di sisi sebalah kanan dan lampu led yang tersambung ke laptop Dell Latitude E6400 di sisi sebelah kiri.

Ditulis sesaat setelah ayah mencium dahimu yang kini tertidur pulas di samping ibu. Malam ini Yuran tidur memakai baju kaos hijau milik ayah karena kehabisan pakaian bersih. Melihatmu di penghujung malam ini mengingatkan ayah tentang betapa berartinya dirimu, malaikat kecil yang pertama kali bertemu dengan ayah menjelang pukul 10.30 WIB di RS Bhakti Rahayu.

Ayah masih ingat, ketika matamu bergerak perlahan mengikuti gerakan ayah, entah karena apa. Ayah juga ingat, beberapa menit sebelum jam dinding menunjukan Pukul 10.30, ayah menyentuh hidungmu. Itu pertama kali ayah menyentuhmu. Pertemuan pertama kita waktu itu terjadi di sebuah ruangan yang asing buat ayah dan tentu saja buatmu juga. Petugas di ruangan itu mengatakan bahwa itu adalah ruang transit bagi bayi baru lahir sebelum dipindahkan ke ruangan bayi sehat jika bayinya sehat.

Pertemuan itu begitu menyentuh sehingga membuat mata ayah belinang air mata. Penantian panjang untuk bertemu denganmu berbuahkan hasil setelah semalam ayah begitu panik dan takut kehilangan dirimu dan ibumu, dua orang perempuan yang kini mewarnai hari-hari ayah.

Perlahan ayah melangkah ke arah meja berukuran tanggung dengan alat penghangat bertenaga listrik yang berjarak sekitar satu meter di atas tubuh mungilmu yang terbaring dibungkus kain hijau, rasa haru menguasai ayah yang sambil menangis membisikan Mazmur pasal 23 tepat di dekat telinga kirimu.

Surabaya, 5 September 2021 00:27

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.